RBR

Rombongan Belajar Remaja

Tampilkan postingan dengan label Dewasa. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Dewasa. Tampilkan semua postingan

Ketika Anak Belum Cukup Umur Mengendarai Motor


Pada zaman sekarang ini sudah banyak teknologi-teknologi canggih yang dapat digunakan oleh segala usia. Termasuk dalam transportasi yang semakin memudahkan dikalangan masyarakat. Dalam bermacam-macamnya alat transportasi, alat transportasi/kendaraan yang paling banyak dimiliki oleh masyarakat yaitu sepeda motor. Sepeda motor tergolong dalam alat transportasi yang mudah. Dalam penggunannya pun cukup mudah dan harganya yang relatif murah sehingga terjangkau dikalangan masyarakat Indonesia. Dalam satu keluarga sudah banyak yang memiliki kendaraan seperti sepeda motor. Dalam satu keluarga dapat memiliki satu unit kendaraan bahkan lebih, sesuai dengan kebutuhan keluarga tersebut. Sehingga tak jarang sekarang ini banyak dijumpaianak-anak yang sudah bisa menggunakan sepeda motor dan berani untuk menggunakannya dijalan.
            Melihat fenomena anak kecil yang mengendarai sepeda motor ini sebenarnya sungguh tidak pantas. Sudah banyak anak SMP maupun anak SD yang bermain sepeda motor. Anak-anak ini seharusnya belumpantas diberi ijin oleh orang tua untuk dapat bermain sepeda motor. Karena dalam berkendara sepeda motor diperlukan kedewasaan untuk dapat mengendalikannya. Dan anak-anak ini masih belum pantas karena mereka belum mengerti tentang kedewasaan dan mereka cenderung menggunakan untuk bermain, kebut-kebutan, atau gaya-gayaan untuk pamer terhadap teman-temannya.  Seharusnya pengawasan orang tua lebih diperhatikan dlam hal ini, karena anak-anak yang belum memiliki nalar orang dewasa masih cenderung labil dalam menggunakan sepeda motor. Ketika anak-anak menggunakan sepeda motor dijalan raya ini cukup membahayakan bagi orang lain maupun pada anak sendiri. Hal ini termasuk dalam kategori pendewasaan dini karena motor seharusnya digunakan untuk orang yang usianya 17tahun atau lebih yang sudah memiliki surat ijin mengemudi (SIM). Ketika anak yang belum berusia 17tahun atau belum memiliki SIM namun sudah berani menggunakan sepeda motor biasanya kemampuan mereka untuk mengendalikannya msih kurang. Karena mereka menggunakan insting kekanak-kanakan yaitu  insting untuk bermain.

            Dengan demikian maka pentingnya arahan atau pengawasan orang tua untuk melarang anak-anak yang belum cukup umur untuk tidak menggunakan sepeda motor terlebih dahulu. Hal ini untuk kebaikan anak dan kebaikan orang lain. 

Hadapi Tontonan Dewasa dengan Sikap Dewasa

Hadapi Tontonan Dewasa dengan Sikap Dewasa
Oleh FN Muktiono Dimi

Tontonan dewasa ? Mungkin banyak orang yang mengartikan bahwa tontonan dewasa selalu berbau porno, akan tetapi hal itu menurut saya kurang benar. Tontonan dewasa tidak hanya selalu berupa porno, bisa saja tontonan yang berbau kekerasan, kesadisan, dan lain sebagainya. Jadi pada intinya ialah tontonan dewasa tidak hanya tontonan yang berbau porno, melainkan mencakup banyak hal, baik tontonan secara tidak langsung maupun tontonan secara langsung.
Dalam meghadapi berbagai tontonan tersebut, kita sebagai remaja harus bijak terhadap tontonan tontonan dewasa tersebut. Jika ditinjau dari tontonan tidak langsung, misalnya dalam progam televisi, biasanya disudut kanan atas atau kiri bawah diberi label dewasa. Lantas bagaimana kita yang usianya masih remaja ? usia kita memang remaja, akan tetapi bila kondisi jiwa kita lebih maju, lantas apa salahnya menonton hal tersebut ?
Mari kita mencoba kembali kemasa lalu, ketika progam tayangan televisi “SMACK DOWN” sedang booming. Banyak anak kecil yang menonton progam tersebut lalu menirukan adegan adegan kekerasan dalam tontonan dewasa tersebut kepada teman temannya. Seperti hanya kasus yang sering sekali terjadi yaitu remaja SMP menonton video porno lalu melakukan seks dengan teman temannya. Dari kedua kejadian tersebut dapat disimpulkan bahwa memang seseorang yang berada diusia anak anak dan remaja awal masih memiliki kondisi jiwa yang labil, walaupun tidak semuanya.
Menjadi seorang yang dewasa dalam konteks jiwa memang tidaklah mudah. Justru terkadang ada orang yang usianya sudah dewasa akan tetapi kondisi jiwanya masih seperti jiwa anak anak normal. Jadi semua itu tergantung dari kecerdasan emosional masing masing individu. Maka dari itu kita bisa meatih jiwa kita agar dewasa, yaitu salah satunya justru dengan membiasakan menonton tontonan dewasa tersebut, jadi diharapkan nantinya ketika menonton sudah dianggap biasa saja.
Oleh karena itu sebaiknya jangan membuat diri kita sebagai remaja menjadi penasaran dengan tontonan tontonan dewasa tersebut. Karena, sebagai jiwa remaja kebanyakan mereka mempunyai pikiran kritis sehingga semakin mereka dilarang justru rasa keingintahuanya semakin tinggi. Untuk itu, tidak ada salahnya kita sebagai remaja untuk mendewasakan jiwa dan pikiran kita terlebih dahulu.

Pendewasa Dini dan Sebabnya

Oleh Muhammad Rosyid Hidayat
Pendewasaan dini pada anak memang benar adanya. Hal ini saya lihat dari sikap dan perilaku anak - anak yang seringkali saya jumpai, baik di lingkungan rumah, lingkungan kampus, di jalan, di angkutan umum, bahkan di tv. Mereka selalu bersikap dan berperilaku bak orang dewasa. Adik sepupu dan ponakan saya yang berusia sekitar 5-10 tahun misalnya sudah berbicara tentang pacarnya di sekolah, lagu - lagu dewasa selalu yang ia nyanyikan dan berprilaku seperti orang berusia 10 tahun lebih tua. Ironis memang seharusnya usia segitu belum saatnya berprilaku seperti itu, ada masanya seseorang untuk bisa lebih bersikap dewasa. Keadaan seperti ini dibiarkan begitu saja, baik dari para orang tua, pemerintah maupun komisi yang khusus untuk anakpun ikutan diam.
Banyak orang mengatakan, Bangsa Indonesia sudah maju pemikirannya, dilihat dari pemikiran anak - anak yang sudah dewasa. Menurut saya itu pernyataan yang tidak tepat, dewasa seperti apa dulu nih? kalau dewasa yang mengarah ke arah negatif yaitu seperti pendewasaan dini yang berorientasi percintaan, kekerasan dan kejahatan, hal ini akan menjadikan bangsa ini menjadi mundur kualitasnya, tapi kalau dewasa ke arah positif yaitu mampu menciptakan anak - anak yang cerdas dan kreatif dalam pembelajaran positif di sekolah maupun lingkungannya, hal ini akan menjadikan bangsa ini menjadi maju, banyaknya orang - orang yang pintar, cerdas, dan kreatif.

Pendewasaan dini pada anak - anak bisa disebabkan karena Kurangnya Peran Orang Tua terhadap anak - anak. Bisa kita lihat longgarnya pengawasan orang tua kepada anak, anak - anak dibiarkan ikut menonton sinetron yang biasa ibunya atau bapaknya tonton. Tapi apa daya anak - anak sekarang selalu dilepas dari pengawasan orang tuanya, bahkan orang tuanya lebih mengikuti kemauan si anak tersebut. Oleh karena itu, orang Tua seharusnya mampu mengarahkan anaknya untuk menonton hal - hal yang bernuansa anak - anak yang sesuai dengan kapasitasnya sehingga tidak terjadi pendewasaan dini yang merugikan keluarga. 

DEWASA ITU PILIHAN




By : Nur Rofikoh
            Dewasa itu bukan takdir, tapi dewasa itu pilihan. Kebanyakan orang berkata bahwa dewasa itu sama halnya dengan tua. Artinya usia kita yang sudah tua. Dan kebanyakan orang juga berkata bahwa dewasa itu memang sudah usianya untuk dewasa. Orang yang sudah berumur sekitar dua puluh tahun terkadang dianggap bahwa mereka sudah dewasa. Tidak selamanya orang yang sudah menginjak usia dua puluh tahun ke atas bisa dianggap dewasa. Dewasa tidak hanya semata- mata karena usia, akan tetapi lebih kepada akal pikiran. Bagaimana cara orang tersebut menyikapi suatu masalah, bagaimana cara orang tersebut memutuskan sebuah pilihan, dan lain sebagainya. Desawa tidak bisa disamakan dengan tua. Seorang anak yang masih berumur 13 tahun, akan tetapi sudah bisa berfikiran jauh ke depan, bijaksana dalam mengambil keputusan, maka anak tersebut sudah bisa dianggap dewasa.
            Dewasa itu tidak mengandalkan emosi, egoisme, dan tidak kekanak- kanakan. Usia 17 tahun merupakan masa dewasa awal. Dan disitulah kita bisa memilih. Apakah kita sudah siap menjadi seseorang yang dewasa atau tetap menjadi seorang anak yang selalu disuapi. Dalam artian tidak bisa mandiri, labil dalam mengambil keputusan, lebih mengandalkan emosi daripada akal. Dan di usia itulah kita dihadapkan pada keputusan bahwa dewasa itu pilihan. Semua tergantung pada kita. Di usia dewasa kita sudah lebih bisa berfikiran abstrak. Menjadi orang dewasa artinya kita sudah siap juga untuk menjadi orang yang bijaksana.
            Bersikap bijaksana itu sama halnya dengan kita menghilangkan ego yang kita miliki. Contoh nyatanya, misalnya dalam hal memaafkan. Memaafkan adalah hal yang paling sulit yang dilakukan kebanyakan orang. Memaafkan sudah pasti berkaitan dengan emosi, ego, dan perasaan. Tinggal kita pilih, akan mengikuti emosi atau logika. Memaafkan artinya memberikan ruang kosong untuk rasa benci. Orang yang sudah bisa dewasa bisa berfikir bahwa rasa benci tidak akan memberi keuntungan, justru hanya memberi rasa lelah. Lelah karena harus memendam sesuatu. Sedangkan orang yang belum dewasa atau bisa dikatakan childish, akan lebih mengikuti emosinya daripada logikanya. Jadi, sekali lagi semua bergantung pada kita. Memang tua itu pasti, tapi dewasa itu pilihan.

Trend masa kini : Dewasa sebelum waktunya

Trend masa kini : Dewasa sebelum waktunya
Oleh : Rimbi Wijanti (1102413053)



Pendewasaan anak dini bisa disebut juga sebagai situasi yang gak diinginin. Kenapa ? ya karena situasi “itu” terjadi pada waktu yang gak seharusnya istilahnya ya akselerasi mungkin. Di zaman sekarang ini udah gak asing lagi liat anak SD yang lagi pacaran, atau yang lebih absurd lagi anak PAUD udah ngerti masalah cinta. Mereka udah bisa ngagumin lawan jenis di usia mereka yang masih sangat dini, padahal di usia segitu harusnya lagi ngempeng kalo gak lagi genjar genjar minta duit ama mamah papah buat beli lollypop. Iya Lollypop rasa stobeli -_-
Oh iya kalo yang tentang anak PAUD yang udah punya gebetan itu bener bener ada loh. Lebih tepatnya ponakan ane yang ngalamin gan, waktu doi PAUD dengan pedenya bilang gini ke ane :
“Mba, Mba itu tuh ” kata ponakan ane sambil nunjuk anak kecil pake dress pink di depannya sambil ngelapin ingus.
 ane jawab “apaan dek?
”Dia jawab lagi “itu loh amel pacalnya dedek ” sambil mringis-mringis ngeliatin gigi gupisnya.
Jleb. Seketika ane shock. Gak bisa berkata kata, hati ane teriris gan. Gimana gak ngenes coba? Ponakan ane baru 3 tahunan dan dia udah punya “PACAL”. Mm maaf maksud ane “PACAR”. Sejak saat itu ane jadi tau apa itu Pendewasaan Anak Dini.
Masih dalam keadaan shock, akhirnya ane cuman bisa menghela nafas panjang, masa iya ane mau nyuruh ponakan kesayangan ane buat mutusin si amel gara gara mereka masih terlalu kecil buat ngrasain yang namanya cinta ? Nanti kalo ponakan ane jadi galau trus mogok makan dan perabotan rumah dibanting semua gimana ? Oke balik ke topik. Sebenernya Pendewasaan Anak Dini gak semerta merta terjadi gitu aja ama si anak, bisa aja kan gara gara si orang tua kebanyakan nonton sinetron untuk orang dewasa dan yang lebih tragis nontonnya bareng anaknya. Itu bisa ngerubah mindset si anak buat ngikutin apa yang ditonton. Nah loh.
Maka dari itu Orang tua juga penting tuh buat ngawasin apa aja yang diliat ama dipelajari si anak, jangan sampe orangtua gak tau apa aja yang jadi tontonan si anak. Bisa berabe itu mah. Lingkungan juga mempengaruhi gan, maka dari itu buat agan agan ama sista yang udah punya anak atau mau buat anak *Ehh . mm maksudnya yang punya anak, jaga bener bener itu anak, Inget anak itu juga saalah satu titipan Allah SWT loh, maka dari itu harus dijaga bener bener jangan ampe masuk ke jalan yang salah, yah contohnya kayak Pendewasaan anak dini alias Dewasa Sebelum Waktunya.
Sekian dan terima kasih jangan lupa Coment :D

Arigatou 

PUBERTAS YANG LEBIH AWAL





PUBERTAS YANG LEBIH AWAL

Sungguh disayangkan jika anak sekarang pubertas lebih awal, namun pada kenyataannya memang anak sekarang pubertas jauh lebih awal. Dijaman sekarang pubertas awal sudah dianggap wajar. Perkembangan globalisasi yang tidak seimbang dengan perkembangan mental   yang normal, anak sekarang menjadi sasaran pendewasaan dini baik mental maupun fisik. Perkembangan ini dapat menimbulkan dampak negatif seperti pacaran di jaman sekarang. Memang anak masih labil sehingga tidak seimbang dengan perkembangan fisiknya yang terlalu cepat dan tidak diimbangi dengan ilmu agama serta akhlak yanhg mulia. Seharusnya orang tua lebih memperhatikan anak-anaknya karena di jaman sekarang sudah maju akan adanya teknologi yang memadai. Faktor sosial mempengaruhi perkembangan anak. Suatu keharmonisan dalam keluaga juga dapat memicu perkembangan anak, dimana keluarga yang kurang harmonis anak merasa kurang diperhatikan akibatnya anak akan beralih ke orang lain atau mencari perhatian teman sebayanya seperti pacar. Keadaan di sekolah sekarang hanya memberikan pengetahuan berupa duniawi saja.
Teknologi yang mendunia seharusnya memberikan informasi yang baik bukan menyimpang seperti gaya-gaya anak remaja sekarang sehingga anak di bawah usia 10 tahun menirunya dengan cepat. Pubertas lebih awal ada kekhawatiran bahwa masa puber yang lebih cepat akan menempatkan anak-anak pada risiko kanker payudara dan penyakit jantung yang lebih tinggi, karena meningkatnya paparan estrogen bagi anak perempuan. Misalnya di Amerika Serikat menurut satu penelitian terbaru, lebih dari 10 persen perempuan di negeri tersebut sudah mengalami pertumbuhan dada pada usia 7 tahun. Sebagaimana yang telah kita ketahui bersama, masa puber adalah masa transisi perubahan fisik anak-anak menjadi dewasa secara seksual dan sekaligus sebagai masa transisi perubahan psikologis, yang umumnya terjadi dalam rentang usia 9-17 tahun. Banyak faktor yang mempengaruhi tersebut antara lain faktor sosial, faktor nutrisi, maupun faktor Zat Kontaminan.
Pubertas dini tak hanya terjadi pada anak perempuan. Sebuah studi lanjutan menemukan anak laki-laki saat ini mengalami masa puber dua tahun lebih awal, sekitar usia 9 dan 10 tahun. Pubertas sekarang pada laki-laki dan perempuan  lebih cepat 2 tahun. Namun tidak semua anak pubertas lebih awal.

Oleh : Suerlin Diah Utami