RBR

Rombongan Belajar Remaja

Tampilkan postingan dengan label Fenomenal. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Fenomenal. Tampilkan semua postingan

Sekolah Untuk Mencari Pacar di Kalangan Remaja


Pacaran merupakan hal yang umum dikalangan remaja atau pun dewasa bahkan anak-anak jaman sekarang pun juga sudah banyak yang mengenal pacaran walaupun sebenarnya itu belum waktunya bagi mereka untuk mengenalnya. Hal ini mungkin dikarenakan faktor globalisasi sehingga pendewasaan mereka tentang saling menyukai antar lawan jenis terjadi begitu cepat dan dapat menyebabkan beralih fokusnya seseorang dalam belajar.  Terutama pada remaja yang masih labil dalam segala hal.
Anak remaja yang sekolah pada umumnya tidak jarang ada yang mengesampingkan pelajaran untuk hal-hal lain termasuk pacaran. Para remaja yang kesekolah bertujuan untuk mencari pacar ini biasanya selalu bergaya-gaya ketika disekolah dan tidak memprioritaskan belajar sebagai tujuan utama disekolah. Mereka lebih merasa senang jika sekolah mereka diisi dengan keseharian bersama pasangan disekolah ataupun yang lainnya, hal ini dapat mempengaruhi nilai remaja jika remaja yang kesekolah untuk mencari pacar tidak mengimbanginya dengan belajar yang giat, mereka tidak akan mendapat nilai yang baik dan paham tentang pelajaran apa yang diberikan oleh guru karena biasanya mereka bermain HP ketika jam pelajaran berlangsung. Seharusnya para remaja harus mengimbangi tentang pacaran dengan belajarnya sehingga apa tujuan kesekolah sebenarnya dapat tercapai dan remaja dapat menerima ilmu dari sekolah dengan baik. Untuk kedepannya siswa yang kesekolah untuk mencari pacar atau pacaran dapat terhasut dengan efek negatif globalisasi yang dapat merosak moral para siswa, seperti karena mereka melihat film porno sehingga mempengaruhi mereka untuk melakukannya, hal seperti sungguh tidak layak jika hal seperti didalam film porno tersebut dilakukan oleh para remaja yang seharusnya belajar disekolah. Ataupun remaja yang galau berlebihan sehingga tidak berangkat sekolah karena merasa hidupnya tak berarti lagi, seharusnya tidak perlu terjadi. Dan pengaruh lain dari pacaran disekolah mungkin terjadinya perkelahian karena berebut pacar, hal-hal kecil seperti berebut pacar ini pun dapat memcu terjadinya tawuran antar remaja jika sejak awal masalah merka tidak berusaha untuk mencari jalan damai. Pacaran disekolah sebenarnya juga cukup baik untuk menumbuhkan semangat pada saat menerima pelajaran, dan pacaran saat sekolah harusnya tidak disikapi terlalu serius untuk menghindari galau berlebihan, dan jangan melakukan hal-hal yang melanggar aturan-aturan.

oleh : Muhammad Abdul Jabbar @abduljabbaaar


Remaja Cabul, Remaja Enjoy

Oleh FN Muktiono Dimi

 Cabul merupakan sebutan dari sikap yang dimiliki seseorang dimana pikiranya cenderung mengarah terhadap sesuatu yang berbau seks. Akan tetapi seseorang yang disebut cabul belum tentu sering berbuat negatif seperti apa yang dipikirkan oleh masyarakat umum. Label cabul sendiri biasanya sering diberikan kepada orang yang suka mengumbar umbar tentang seks, misalya seperti menonton video porno, membicarakan seks, bercanda dengan istilah istilah seks, dan hal hal lainnya.
Ketika kita duduk dibangku SMA dan sederajatnya, tentunya kita sering menjumpai beberapa remaja laki laki yang sikap dan tingkah lakunya bisa dibilang cabul. Memang mayoritas dari remaja cabul ialah berjenis kelamin laki laki. Namun pernahkah anda menganalisis kondisi psikologi mereka? Coba amati sikap mereka ketika anda beri suatu masalah, apa yang mereka tanggapi? Apakah mereka menanggapi suatu masalah itu dengan emosi? Amarah? Atau mungkin anda juga bisa mengamati mereka ketika mereka menghadapi suatu masalah yang bukan berasal dari anda. Perkiraan saya, sebagian besar dari hasil pengamatan anda menyebutkan bahwa mereka jarang bahkan tidak pernah marah dalam menanggapi sebuah masalah. Mungkin bisa juga dinyatakan bahwa kecerdasan emosional mereka tinggi. Jadi, apabila pengamatan yang sudah anda lakukan itu sesuai dengan artikel ini maka kita sudah mendapat sebuah kesimpulan bahwa menonton video porno, membicarakan istilah seks, dan kegiatan serupa lainya itu dapat meningkatkan kecerdasan emosional individu seorang remaja.
Mungkin anda bertanya tanya, mengapa remaja yang cabul jarang sekali bahkan tidak pernah mengeluarkan amarah? Coba kita selidiki mereka lebih dalam. Sebagian remaja di SMA atau perkumpulan lainya memiliki karakteristik yang berbeda beda, contohnya saja bahwa remaja perempuan lebih menjaga image mereka dibandingkan remaja laki laki. Itulah sebabnya label cabul lebih banyak diberikan kepada remaja laki laki dibanding remaja perempuan. Jadi intinya bahwa remaja yang diberi label cabul lebih mempunyai sifat yang terbuka.
Maka dari itu, sebaiknya kita berfikir dulu sebelum menghakimi sikap seseorang. Tidak selalu remaja yang cabul itu 100% negatif. Justru sebagian remaja cabul yang suka berfantasi seks memiliki daya imajinasi yang tinggi. Karena, dengan seringnya mereka berfantasi tentang seks maka secara tidak langsung juga daya imajinasi mereka terasah dan terlatih. Remaja yang sering bergurau tentang seks pun juga biasanya memiliki lebih banyak teman ditimbang dengan remaja yang menjaga image mereka. Dan juga yang terakhir, secara tidak langsung remaja cabul memiliki pengetahuan tentang seks sebagai bekal dewasa nantinya.

Ketika Budaya Galau Menjadi Trendsetter


By : Nur Rofikoh
Sepertinya saat ini budaya galau sudah sangat melekat dalam keseharian sebagian besar remaja khusunya di Indonesia. Sebenarnya apa sih galau itu ? Menurut kompasiana.com, galau jika dikaitkan dengan keadaan psikologis adalah keadaan kacau tidak karuan. Bahkan saat ini dapat dikatakan sebagai zamannya galau. Dimana- mana banyak remaja yang mengatakan jika sedang terkena “galau syindrome”. Galau bisa disebabkan karena pacar, orangtua, guru, dan lain sebagainya. Akan tetapi remaja sekarang banyak yang terkena penyakit galau karena pacar. Kekhawatiran dalam hubungan asmara dengan lawan jenis menimbulkan penyakit galau itu muncul. Mulai dari ribut- ribut kecil hingga akhirnya putus cinta yang akhirnya berujung pada galau.
Remaja- remaja yang terkena galau bisa kita cermati. Mulai dari asupan lagu- lagu mellow, status facebook yang menyiratkan kesedihan, emosi yang naik turun, selalu murung, dan sebagainya. Makin maraknya hal- hal seperti itu yang pada akhirnya membentuk budaya galau. Sebenarnya galau memiliki dampak positif dan dampak negatif. Akan tetapi jika kita tengok kenyataan di lapangan justru dampak yang negatif yang lebih mendominasi. Jika saja dampak positifnya yang diambil mungkin saat ini galau tidak menjadi budaya di kalangan remaja. Dampak positif dari galau, contohnya kita bisa lebih mendekatkan diri pada Tuhan, lebih rajin beribadah, lebih dekat dengan orang tua, lebih membuka diri untuk bersosialisasi dengan orang- orang baru sehingga bisa menambah teman dan juga pengalaman.
Sayang sekali, kenyataannya justru dampak negatifnya yang mendominasi. Contohnya, mereka yang galau menjadi tidak fokus pada pendidikannya. Saat seperti itu logika sudah dikalahkan oleh perasaan. Tugas terbengkelai, selalau meratapi nasib, dan lain- lain. Pada dasarnya galau itu wajar terjadi pada kalangan remaja. Karena galau itu termasuk dalam proses pencarian jati diri. Remaja yang mengalami penyakit galau, sebenarnya mereka sedang bingung. Bingung akan dirinya sendiri, bingung tentang keputusan yang harus diambil dalam suatu masalah. Remaja yang galau, justru adalah remaja yang sehat. Karena mereka mengalami proses pendewasaan. Proses untuk menjadi dewasa, yang lebih menggunakan logika untuk menyelesaikan suatu masalah. Sehingga, kita harus bisa menangani penyakit galau dengan bijaksana, agar tidak menjadi budaya galau yang lebih mengarah pada sesuatu yang negatif.

Budaya Pelajar Nongkrong Sepulang Sekolah


Budaya Pelajar Nongkrong Sepulang Sekolah


            Sekarang ini, budaya pelajar nongkrong sudah sering kita lihat. Seharusnya siswa sepulang sekolah bukannya nongkrong tidak jelas, apalagi jika kumpul tanpa alasan. Biasanya nongkrong dilakukan pada jam pelajaran ataupun sepulang sekolah. Bukan hanya pada sepulang sekolah tetapi juga pada jam pelajaran. Sering sekali pada jam sekolah kita melihat banyak siswa yang nongkrong di kantin, parkiran dan dibelakang sekolah hanya untuk sekedar duduk-duduk. Seharusnya sekolah lebih menerapkan tata tertib yang ada agar siswa tersebut tidak mengulanginya lagi. Diperlukan bimbingan dari guru agar siswa dapat kembali pada tata aturan yang ada. Budaya nongkrong ini tidak hanya terjadi pada jam pelajaran tetapi sepulang sekolah. Anak cenderung mengikuti perilaku temannya. Jika ada anak yang tidak nongkrong biasanya dibilang “kuper atau gak gaul”. Itu tentunya membawa dampak negatif bagi anak yang belum mengikuti budaya tersebut.
Budaya pelajar nongkrong saat ini lebih mengarah pada dampak negatif. Banyak kita lihat pelajar laki-laki berkumpul sambil merokok dan tertawa dengan kerasnya tanpa melihat disekitarnya.  Biasanya bisa kita lihat di jalan-jalan, warung-warung , terminal, stasiun, dll. Kebiasaan para pelajar ini bisa saja memicu tawuran antar pelajar. Teman sangat berpengaruh pada lingkungan pergaulannya. Biasanya yang nongkrong seperti ini adalah anak SMP, SMA bahkan SD pun ada yang ikut nongkrong bersama anak-anak SMP maupun SMA. Tidak seharusnya anak SD ikut dalam perkumpulan ini. Orang tua seharusnya memberi pengawasan pada anaknya. Komunikasi yang kurang lancar dan sepadan antara orang tua dan anak, menyebabkan anak akan mencari jati diri diluar lingkungannya. Jika saja orang tua dapat menjadi teman “gaul”, maka mengurangi resiko anak untuk mencari alternatif lain. Bukan hanya dari teman sebayanya, namun juga bisa dari internet. Karena internet sudah menjangkau seluruh dunia dan dapat kita akses dengan tarif yang murah. Bukan hanya dari laki-laki namun perempuan pun begitu. Sering kita jumpai pelajar perempuan nongkrong cafe ataupun mall hanya untuk sekedar makan atau jalan-jalan. Ini juga dapat memicu anak bersifat individu dan matrealistis.
Budaya nongkrong sekarang ini dapat kita bubarkan agar keberadaannya tidak mengganggu lingkungan disekitarnya, karena masyarakat merasa terusik dengan adanya  pelajar yang nongkrong tanpa alasan. Perlu adanya sosialisasi dan pengawasan dari pihak sekolah dan orang tua agar tidak adanya lagi budaya pelajar nongkrong


Oleh : Suerlin Diah Utami
 

Emo Wannabe

Emo Wannabe

Emo Wannabe, Yosh kali ini ane mau mbahas tentang yang namanya Emo wannabe. Apa itu Emo Wannabe? Gorengan dari mana tuh ? eitss. Emo wannabe itu bukan kayak apa yang lagi melayang layang di pikiran loe gan. Emo wannabe itu adalah istilah yang menurut ane merupakan kelanjutan dari tingkat kealayan anak muda yang sudah meraja lela di zaman sekarang  #Tsaahh. Yah yang namanya penyakit alay emang penyakit yang akan selalu berkembiak kayaknya deh, kalo ane ibaratin yah yang namanya alay itu kayak panu, jadi cuma butuh beberapa hari doang sampaoi panu itu menuhin badan loe. Ngeri men.
  
Balik lagi ke tema, Yap. Kenapa ane ngomong tentang emo wannabe? karena sekarang banyak banget anak muda yang sok sokan emo padahal mereka itu gak tau blas emo itu apa. Kalo ditanya kenapa mereka sok sokan paling banter jawaban mereka ya biar gaul aja. Saking sotoy dan songongnya, mereka mengemix baju dan mencukur rambut mereka biar mirip ama emo emoan gitu tapi ya loe tahu kan akhirnya jadi kayak apa ? Nih ane kasih beberapa fotonya gan, Check this out !


                                                Sebelum mancing eksis dulu cyin :3

Nah masih ada lagi nih gan, ane hampir muntah liat makhluk astral yang atu ini -_-
 
                
I’m Sexy and i know it emuah :*

Ada lagi nih yang bikin ane bingung tiap kali ada anak alay yang ngesok dan maksa banget buat jadi emo. Silahkan diliat sendiri, ane gak kuat njelasinnya.


                             Gue cakep kan? Iya dong, loe pasti ngebet jadi pacar guaaaah
Cukup. Please cukup. Ane gak kuat. Bendera putih deh. Pas bikin artikel ini dipastiin ane kena mencret berkelanjutan selama 5 hari berturut turut gara gara kelakuan para pujangga Indonesia yang aduhai gayanya -_-. Anyway sebenernya kalo menurut ane sih yah gak perlu maksa banget buat ngepasin muka ama gaya loe biar bisa mirip ama emo. Cukup jadi diri loe aja, gak usah gaya yang neko neko kalo jatohnya cuman jadi norak. Emang sih gaya emo itu lagi ngetrend tapi ya gak usah daadakan jadi emo wannabe ampe ngerebounding rambut segala kali. Itu udah kelewat norak gan !

Percaya ama ane deh gan, kalo emang loe itu ganteng pake apapun ya tetep aja ganteng. Inner beauty mengalahkan segalanya bor. #Wesssaaah. Salah satu hal yang bisa dipetik dari postingan ini adalah jangan jadi anak muda yang kena korban mode. Sekian postingan ane tentang Emo Wannabe
Semoga bermanfaat ^_^

@rimbichan

MBA (Married By Accident) Pada Remaja


Oleh : Nani Maryani

Mungkin sudah tidak asing lagi ketika kita mendengar istilah MBA (Married By Accident). MBA bisa diartikan sebagai pernikahan akibat kecelakaan atau dalam kata kasarnya hamil duluan. Saat ini sudah banyak sekali kejadian seperti itu dilingkungan sekitar kita. Jangankan orang yang tidak dikenal, orang yang kita kenal pun ada yang mengalami hal tersebut. Mengapa MBA seakan-akan sudah dianggap biasa oleh remaja saat ini? Mereka seperti sudah tidak memiliki rasa malu dan kehilangan akal sehat. Tentunya harus ada solusi yang bisa meminimalisir kejadian tersebut agar tidak semakin merusak generasi muda Indonesia. Karena ketika hal itu terjadi, tidak hanya akan membuat malu diri sendiri, tetapi juga lingkungan tempat tinggal, sekolah dan terutama keluarga.
MBA (Married By Accident) bisa terjadi pada siapapun, tidak mengenal usia dan status. Namun kajadian ini lebih banyak terjadi pada remaja. Karena pada usia ini remaja memiliki rasa ingin tahu yang tinggi, sehingga dapat  menimbulkan sesuatu yang merugikan dirinya sendiri jika tidak dapat dikontrol dengan baik. Banyak sekali faktor yang menyebabkan terjadinya MBA, diantanya adalah kurangnya kasih sayang orangtua, kurangnya pendidikan moral dan agama, serta pendidikan seks dan lingkungan yang ada di sekelilingnya. Agama manapun tidak ada yang menghalalkan perbuatan hina tersebut. Jangankan melakukan, mendekati perbuatannya pun sudah dilarang. Seperti yang terdapat dalam Al-qur’an QS. Al-Israa' (17) Ayat 32 yang artinya “Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji dan suatu jalan yang buruk”.
Sebagai seorang pelajar, tidak seharusnya kita terjerumus dalam perbuatan yang buruk. Karena apa gunanya pendidikan yang kita tapaki jika tetap melakukan hal yang tidak bermoral?. Dalam hal ini, agama adalah benteng yang paling kuat. Ketika seorang memiliki keimanan yang kokoh dan senantiasa dekat dengan sang pencipta, maka otomatis kita akan selalu berusaha menjauhi hal apa saja yang bisa mendekatkan pada perbuatan yang tidak baik, selalu sadar bahwa Allah selalu melihat dan ada malaikat yang senantiasa mencatat amal ibadah kita sebagai hamba Allah. Maka marilah menjadi pelajar yang sehat, tidak hanya sehat jasmani dan rohani, tetapi juga sehat pikiran agar MBA (Married By Accident) tidak terjadi pada kita dan teman-teman yang kita sayangi.