RBR

Rombongan Belajar Remaja

Pengaruh Kosmetik untuk Remaja di bawah umur

Sekarang ini mencari produk kecantikan yang dapat memutihkan kulit bukanlah perkara yang sulit. Di setiap sudut tempat perbelanjaan, pasti dijual kosmetik-kosmetik semacam itu. Namun apakah kita mengetahui pengaruh produk kecantikan terhadap kulit dan perkembangan biologis pemakainya. Termasuk untuk para remaja wanita yang masih dibawah umur. Saat ini banyak remaja putri yang menggunakan kosmetik, mereka tergiur untuk menggunakan produk kecantikan, dikarenakan dapat memutihkan kulit dengan cepat.  Mereka belum mengetahui dampak yang akan terjadi dari penggunaan kosmetik tersebut. Banyak produk kosmetik yang mengandung zat-zat kimia berbahaya yang dapat merusak kulit. Untuk itu perlu menghindari produk-produk kecantikan yang menggunakan zat kimia berbahaya, seperti : Hidrokinon (Hydroquinone),Merkuri (air raksa),Rhodamin B, Retinoic Acid atau Asam Retinoat atau Tretinoin. Zat-zat kimia tersebut berbahaya untuk kulit, apalagi untuk remaja yang masih dibawah umur. Karena kulit mereka masih sensitif terhadap kosmetik.
Selain berdampak pada kesehatan kulit. Penggunaan produk kecantikan pada remaja putri dibawah umur dapat mempengaruhi tumbuh kembang anak tersebut. Mereka merasa dewasa dengan mengenakan produk kecantikan, seperti yang dikenakan kaka atau ibu mereka. Dan dampaknya mereka bersikap seolah-olah seperti orang dewasa. Padahal anak usia 7 tahun itu adalah masa-masa dimana mereka sibuk bermain dan belajar dengan temannya, namun karena mereka sering melihat kakanya atau ibunya yang menggunakan kosmetik, akhirnya merekapun mencoba untuk memakainya. Karena masa-masa tersebut adalah masa dimana kita mempunyai rasa ingin tahu yang tinggi terhadap sesuatu yang dianggapnya baru.
Dengan demikian banyak yang menggunakan kosmetik, terutama para remaja putri yang masih dibawah umur. Mereka sudah mengetahui  tentang penampilan dan bagaimana caranya merubah penampilan. Hal itu bisa dilakukan dengan mudah, yakni dengan menggunakan produk kecantikan. Selain itu mereka juga terpengaruh lingkungan, yang didaerh tersebut banyak wanita dewasa dan mereka sering bergaul dengannya. Selain itu, dengan banyaknya iklan yang ada disekitar masyarakat, juga dapat mendorong untuk penggunaan produk kecantikan yang dapat membuat mereka lebih menarik dari sebelumnya.
                                                                                                                                  


Oleh : Arif NurMuhamad

Copy Paste Menjadi Jalan Pintas


Oleh : Nani Maryani




Copy paste atau yang biasa disebut copas adalah perbuatan mencuri hak milik orang lain yang sudah menjadi tradisi bagi pelajar, entah itu disengaja ataupun tidak. Ketika mendapat tugas dari dosen atau guru misalnya, mereka akan cenderung memilih untuk copas ketimbang berdiskusi dengan kelompoknya. Mungkin awalnya memang bukan karena kesengajaan, dalam arti tidak menguasai materi atau waktu yang diberikan terbatas. Namun biasanya jika sudah sekali mencoba, akan menjadi kebiasaan dan diteruskan pada tugas-tugas berikutnya.

Salah satu penyebab pelajar melakukan copy paste selain karena malas adalah karena kemajuan teknologi. Hanya dengan menekan ctrl+C lalu ctrl+V, data yang ingin dicopas pun dengan cepat akan terpindah. Mereka yang seringkali melakukan copy paste data berati telah memanfaatkan kamajuan teknologi dengan cara yang tidak bijak. Menggali informasi yang ada dalam internet merupakan hal yang baik, tapi bukan bararti bahwa kita boleh dengan seenaknya mengambil hak milik orang lain tanpa seijin yang bersangkutan. Karena kreatifitas tidak akan bisa dibeli apalagi dicuri.

Tanpa disadari atau sudah disadari, budaya copas merupakan proses pembodohan dan mematikan kreatifitas. Mengapa? Karena dengan copas, kita akan dengan mudah mengerjakan tugas yang diberikan guru tanpa tahu bagaimana proses berfikirnya. Hasil dari copas memang bisa dibilang mendekati sempurna, namun dengan cara tersebut kita tidak akan mendapatkan ilmu apa-apa. Rugi bukan?. Budaya copy paste adalah cerminan dari pelajar yang tidak mau berfikir kreatif dan manja. Kemampuan setiap individu memang berbeda, karena itu semua pelajar pasti ingin sama pintar dengan teman lainnya atau bahkan lebih, namun bukan berarti bahwa kita menghalalkan segala cara hanya untuk bisa mendapatkan nilai yang bagus. Bukankah kita diberi akal untuk berfikir? Maka gunakan apa yang telah Tuhan anugerahkan pada kita. Jangan sampai kita bersekolah hanya sebagai status belaka, tapi pada kenyataannya tidak meningkatkan daya pikir kita. Jadi mulai sekarang, mari kita perbaiki diri bersama-sama untuk menghilangkan budaya copy paste yang sudah menjamur dikalangan pelajar.